Akses informasi dan layanan perpustakaan pada halaman ini.

Tangerang Selatan, 16 April 2026 — Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Banten sukses menyelenggarakan kegiatan seminar, pelantikan, dan rapat kerja pengurus periode 2026–2029 dengan mengusung tema “Reimagining Library Services in the AI Era: User-Centered Innovation Strategies for Enhancing User Experience.”
Kegiatan yang berlangsung secara luring di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta ini dihadiri oleh para kepala perpustakaan, pustakawan, serta pengurus FPPTI dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Banten.
Seminar ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Bapak Irhamni Ali, S.Hum, MP, Ph.D (pustakawan ahli madya sekaligus ilmuwan data dari Perpustakaan Nasional RI), serta Bapak Ena Sukmana, S.Sos (Kepala UPT Perpustakaan ITB dan Ketua FPPTI Jawa Barat).
Dalam pemaparannya, Bapak Irhamni Ali menekankan bahwa perpustakaan saat ini tengah bergerak menuju ekosistem cerdas berbasis data dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pemanfaatan AI dapat mendorong otomatisasi layanan seperti katalogisasi, analisis koleksi, hingga personalisasi layanan bagi pemustaka. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem perpustakaan berbasis data nasional yang mampu menganalisis perilaku pengguna secara komprehensif.
Sementara itu, Bapak Ena Sukmana memaparkan strategi implementasi AI di perpustakaan perguruan tinggi, khususnya di lingkungan ITB. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, proses kerja, serta kepemimpinan yang adaptif. “Pustakawan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara teknologi dan kebutuhan akademik pengguna,” ujarnya. Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam penerapan AI, termasuk isu etika, privasi data, serta kesenjangan kompetensi digital.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi konsorsium dari berbagai penerbit dan penyedia basis data digital, seperti ProQuest, yang memperkenalkan akses sumber informasi ilmiah bagi perpustakaan perguruan tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga mampu mengelola data menjadi pengetahuan yang bernilai bagi kemajuan pendidikan dan penelitian di Indonesia.